Rabu, 07 Oktober 2020

RANGKAIAN LOGIKA

 

RANGKAIAN LOGIKA

Rangkaian logic pada dasarnya adalah suatu rangkaian digital elektronika yang memanfaatkan pengembangan dan sifat-sifat aljabar/algotithma seperti himpunan, hukum asosiatif, hukum komunikatif, kaidah kebalikan (inverse), dan hukum distributif. Dengan memahami rangkaian logika, maka kita dapat lebih cepat mengartikan maksud dari gambar wiring gardu induk.

Rangkaian logika ini biasanya menghasilkan bilangan biner ( berupa angka 0atau 1). Logika 1 (ON) dan logika 0 (OFF), tergantung dari persyaratan gerbang logikanya yang dipenuhi. Operasi logika yang sering kita temukan dalam gambar skematik yaitu Logic AND, OR, NOT, NOR,dan NAND.

Gerbang AND
            Adalah gerbang "dan" yang jika salah satu input saja tidak memiliki logika 1 maka output tidak akan menghasilkan output 1. Berikut tabel kebenarannya:




Gerbang OR  
            Adalah gerbang "atau" yang jika salah satu input saja memiliki logika 1 maka output akan menghasilkan output 1. Berikut tabel kebenarannya



Gerbang NOT
            Gerbang NOT hanya memiliki satu input yang jika input diberikan logika 1 maka output akan menghasilkan logika 0, Atau Output kebalikan dari  Input. Berikut tabel kebenarannya



Gerbang NAND (NAND Gate)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1. Berikut tabel kebenarannya :



Gerbang NOR (NOR Gate)

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Berikut tabel kebenarannya :



 

Gerbang X-OR (X-OR Gate)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0. Berikut tabel kebenarannya :



 Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)

Seperti Gerbang X-OR,  Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR). Berikut tabel kebenarannya :



 

 

 

1.      Rangkaian logika dengan satu variable masukan (input)



Masukan (input) mempunyai nilai satu (n=1), maka jumlah seluruh kemungkinan masukan (input) adalah (2n = 21 = 2)



2.      Rangkaian logika dengan Dua variable masukan (input)



Terdapat dua masukan (input)  sehingga didapat nilai n=2, maka jumlah seluruh kemungkinan masukan (input) adalah (2n = 22 = 4)



3.      Rangkaian logika dengan tiga variable masukan (input)



Terdapat tiga masukan (input) sehingga mempunyai nilai n=3, maka jumlah seluruh kemungkinan input adalah (2n = 23 = 8)



Bisa dilihat dari tabel di atas. Masukan (input) baris pertama dimulai dengan urutan nilai desimalnya, sedangkan untuk outputnya ditentukan pada rangkaian logikanya. Keluaran dari tabel kebenaran dapat diperoleh dari definisi suatu karakter rangkaian logika/suatu percobaan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar